12 May 2010

well, it's an unimportant message.
so funny.
I forgot how to feel falling in love.
I mean, how to detect it?
ahahaha...sialll! begimana sih rasanya jatuh cinta?
saya belum mati rasa kan ini???

Start with Goodbye

Carrie Underwood already become my new fave singer today. Almost everyday she sings in my playlist. Not only because of her voice. Her lyrics are so me! She could put her good emotion in each song. This post has teach me how to be focus in your life. Start the nu life. Start it with goodbye. Nice words for the title eiy? I have to be strong to say goodbye, for my better life :)

by : Carrie Underwood

I was sitting on my doorstep,
I hung up the phone and it fell out of my hand,
But I knew I had to do it,
And he wouldn't understand,
So hard to see myself without him,
I felt a piece of my heart break,
But when you're standing at a crossroad
There's a choice you gotta make.

[CHORUS:]
I guess it's gonna have to hurt,
I guess I'm gonna have to cry,
And let go of some things I've loved,
To get to the other side,
I guess it's gonna bring me down,
like falling when you're trying to fly,
It's sad but sometimes
Moving on with the rest of your life,
Start with goodbye.

I know there's a blue horizon,
Somewhere up ahead, just waiting for me,
Getting there means leaving things behind,
Sometimes life's so bitter sweet.

[CHORUS:]
I guess it's gonna have to hurt,
I guess I'm gonna have to cry,
The night goes on, and some things that I'll have,
To give to the other side,
I guess it's gonna bring me down,
Like falliing when you're trying to fly,
It's sad but sometimes
Moving on with the rest of your life,
Start with goodbye.

Time, time heals,
The wounds that you feel,
Somehow, right now.

[CHORUS:]
I guess it's gonna have to hurt,
I guess I'm gonna have to cry,
And let go of some things I've loved,
To get to the other side,
I guess it's gonna bring me down,
like falling when you're trying to fly,
It's sad but sometimes
Moving on with the rest of your life,
Start with goodbye,
I guess I'm gonna have to cry,
And let go of some things I've loved,
To get to the other side,
Start with goodbye,
The only way you try to find,
Moving on with the rest of your life,
Start with goodbye,
Na na na na na na na.

rantang

Beberapa hari ini rantangan langganan makan siang saya kurang memuaskan. Bodohnya saya..*no, no, wrong word*, baiknya saya..*it's also wrong*. Great, i couldn't found the best word. Saya membutuhkan waktu dua hari untuk memikirkan bagaimana cara menegurnya. Kata teman saya, "what da hell, pris, ahahaha".

Hey, i'm absolutely not great in this part. Menegur orang. Entah mengapa. Saya menelpon si juru masak baru saja. Berbicara tidak sampai 3 menit, yang saya juga tidak sadar bicara apa. pastinya malah tidak marah, namun memohon. Menutup telepon lalu, "Ahhh, tidaakk..saya tidak bisa menegur orang...saya tidak tegaaaaaa". Lalu salah tingkah sejenak.

Masak sih? saya orang yang cukup terbuka dan frontal dalam menyampaikan ketidak sukaan saya biasanya. Ah bingung. Mungkin si juru masak tadi terlalu baik dan harga yang cukup murah kali ya, hahahaha.

07 May 2010

Saya bohong kalau bersikap tenang.
Saya bohong kalau saya tidak sedih.
Saya bohong kalau saya tidak peduli.
Saya bohong kalau saya tersenyum.

Saya capek terus berbohong.

Beri saya satu kali kesempatan.
Tolong jangan ditertawakan.
Saya cuman mau bilang,
"Jangan pergi, saya takut kehilangan kamu".

rintik terakhir hujan

"mari bermain hujan!", ajak si awan.
kucubit perutnya dan tertawa.
kami menatap langit.
hanya menatap tanpa bermain hujan.
ditariknya lenganku.
oh..sudah reda.
ayo, bermain dalam rintik terakhir hujan.

kami berkejar-kejaran seperti anak kecil.
awan merangkul pundakku.
dan merobohkan tubuhku ke tanah.
sial, aku tidak boleh kalah.
kukejar dan kubalas.
ia tertawa puas.
rambutnya lembab akibat rintik terakhir hujan.

awan mengguncang pohon rindang.
bulir-bulir air mengguyur wajahku.
sial, kukejar kau!
kugigit lenganmuuu!
kukejar dengan kencang.
kuterjang rintik terakhir hujan.

awan masuk ke dalam rumah.
ia tertawa dan menggigitku balas.
katanya, "ini terakhir, hahaha".
malam datang bersama lelah.
aku menatap langit, ada rintik terakhir hujan.

awan menatap mataku.
ia pamit pulang.
"masih gerimis", kataku.
kugenggam erat mantelnya.
"aku harus pulang", ujarnya lagi.
"besok awan datang?", tanyaku.
dia hanya menatap ke langit.
menatap rintik terakhir hujan.

aku terbangun.
dunia masih gulita.
awan tidak ada.
hujan sudah reda.
bercak rintik terakhir hujan di pipi.
aku rindu awan.
aku rindu bermain bersama awan.

06 May 2010

beberapa kali dia bilang, "Kamu masih memikirkan sosok di masa lalumu".
Saya mengerti.
Saya sadar beberapa tindakan saya mencerminkan luka.
Tapi pernahkah dia mengerti sedetik saja.
Bukan pria itu lagi yang saya pikirkan.
Tapi pelajaran dari bersamanya.
Sekarang, dia yang saya pikirkan.
Saya belajar untuk lebih baik lagi buat dia.
Saya berusaha.
Sampai saya lelah.
Karena dia terus berkata, bahwa saya masih dihantui masa lalu.
Saat ini saya terluka.
Ya, dan itu bukan luka masa lalu.
Andai saja dia mengerti.
Itu luka dari dia.
Dia yang baru saja lewat di depan saya.

Touch by an angel

I saw this serial many times, but this time, it made me too concentrate to watch. At April 17. I know it's an old TV shows. I forgot the theme for that day. But there's a statement that i copy and remind :

"It's good to be alive in such an age".

Kisahnya tentang seorang wanita paruh baya yang memiliki luka batin di masa kecilnya. Seperti yang kita tahu, serial Touch by an angel, pasti ada orang-orang yang hidupnya akan diubahkan Tuhan melalui perantaraan 3 angels here. Wanita ini *bagi saya sangat beruntung*, menemukan seorang pria yang begitu mencintainya dengan tulus. Tapi luka batinnya dari kecil menghalangi dirinya untuk percaya cinta. Untuk percaya pada pria yang mencintainya dan untuk menikah.

Wanita ini terluka karena ayahnya pergi secara tiba-tiba. Yang ia ingat hanyalah ibunya berkata bahwa ayahnya meninggalkan mereka. Yang ia ingat hanyalah janji antara ayah dan dirinya saat masih kecil untuk membongkar sebuah kotak yang mereka kubur dalam tanah di bawah sebuah pohon di taman rumah mereka pada puluhan tahun yang akan datang.

Lalu dengan bantuan angels, wanita ini kembali menengok ke rumah masa lalunya. Ia melihat bahwa ayahnya yang ia sayangi dan benci sekaligus, ternyata...
Pergi meninggalkannya dan ibunya karena menderita sakit kejiwaan.

Wanita ini membongkar kotak yang mereka berdua kubur, lalu menemukan bahwa kotak tersebut sudah terbongkar dan berganti isinya. Surat ucapan ulang tahun dari sang ayah untuknya setiap tahunnya. Saya menangis. Apalagi mengetahui bahwa ayahnya sengaja meninggalkan ia dan ibunya karena menderita sakit kejiwaan. Ia takut sakit itu akan melukai istri dan putrinya.

Saya mengerti apa yang ia rasakan. Tentu wanita itu bingung kan..antara ayah yang baik dan..mengapa ayahnya tidak bilang? Mengapa harus sampai bertahun-tahun ia hidup dengan frame pemikiran buruk tentang ayahnya?

Kenangan itu membuatnya selalu mengingat bunyi peluit kereta api yang sangat mereka berdua cintai, karena bagi ayah dan anak ini, kereta api itu akan membawa mereka ke negeri yang indah.. Ia selalu mengingat teriakan ayahnya yang suka menulis puisi, "It's good to be alive in such an age". Kata-kata itu mengingatkan dia untuk terus merasa INDAHNYA HIDUP di usia berapapun dalam kondisi apapun.

Akhirnya, wanita ini pun kembali menemui si pria yang mencintainya. Indahnya, si pria masih menunggunya. Lalu wanita ini menceritakan semua yang ia alami dan ketakutan2nya. Namun dengan quote ayahnya serta jawaban dari masa lalunya, ia menemukan tidak ada kata terlambat untuk mencintai seseorang..karena it's good to be alive in such an age. Ia pun menerima ajakan menikah sang pria. Setelah bertahun-tahun ia takut untuk menikah karena takut untuk ditinggalkan.

Lalu si wanita mengajak pria ini ke rumah masa lalunya, yang ternyata telah menjadi sebuah gedung apartemen. Tentu saja, kemarin-kemarin saat ia kembali ke rumahnya, dengan bantuan angels, semua kondisi masih nampak seperti yang lama. Ia kebingungan. Namun kemudian kedua pasangan ini membaca sebuah monumen yang bertuliskan namanya dan ayahnya. serta gambar sketsa kecilnya dulu di dalam peti. Ia pun teringat bahwa di hari itu seharusnya ia dan ayahnya membongkar peti yang mereka kubur bersama. Lalu ia mengitari gedung dan melihat seorang tunawisma tua yang terdiam di sisi gedung. Ternyata itu ayahnya. Saya terharu melihat, indahnya ketika kamu tersakiti, kamu menderita penyakit, tapi janji tetaplah janji. Mereka pun ternyata saling mengingat kesepakatan untuk membongkar kotak yang dikubur itu.

Wanita ini pun memeluk ayahnya, tentu juga dengan pasangannya. dan mereka pulang bersama.

Hebattt..Di usia setua itu akhirnya ia menghancurkan kokohnya hati untuk tidak menikah. Luka batinnya tersembuhkan bagi mereka yang selalu mencari jawaban pada Tuhan. bagi mereka yang selalu berjalan bersama Tuhan.

Mungkin ini hanya film. Tapi ini menguatkan saya. Bahwa akan ada obat bagi setiap sakit hati. Tidak akan selalu ada jawaban untuk setiap pertanyaan, tapi akan selalu ada roh pengertian. Akan ada seseorang yang mencintai dengan tulus tak hanya untukmu, tapi juga mencintai keluargamu. Akan ada janji yang ditepati. Akan ada pelangi sehabis hujan :)

05 May 2010

father and daughter

dua hari ini ada sekilas dialog antara kami, yang mungkin tidak penting, tapi membuat saya merenung dan merasa bersalah pada akhirnya. Yah...ayah saya yang dulu seorang pekerja dan bermateri lumayan kini telah pensiun. Itu tidak menjadi masalah sampai sebuah musibah menimpa kakak saya dan keuangan sedikit bergejolak dirumah kami. Saya tidak ingin mengeluh dalam post ini. Karena Tuhan selalu mencukupkan dengan banyak cara ajaib di sekitar kami. Buat saya, itu sudah lebih dari cukup.

Kembali ke dialog kami di pagi hari. Seperti biasa, ayah saya mengantar hingga ke depan perumahan untuk mempermudah saya mencari angkot. Mungkin terlalu lelah dengan kegiatan weekend kemarin, saya terlambat bekerja terus dua hari ini. Awful! Dua hari itu juga saya memohon kepadanya untuk mengantar hingga ke kantor. Bad girl! Memalukan sebenarnya, saya sudah berkomitmen untuk mengurangi permohonan kepadanya sejak lulus kuliah. Dan gagal, nampaknya. Alasan sepele, jawabannya. Bensin mahal, tidak ada uang, plus beliau lelah. Lucunya, saya malah ngomel, "aduh, sekarang kok duit duit mlulu ya ngeluhnya papa? bla bla bla".

Saya tahu kondisi keluarga saya, tapi saya menjadi sosok yang tidak mau tahu ketika kalut terlambat kantor. Saya benci dengan saya yang seperti itu. kemarin beliau menolak dan saya malas berdebat. Tapi kali ini beliau mau padahal saya tidak terlalu merayu. Aneh.

Entah mengapa, ketika tiba di tujuan, saya mengeluarkan selembar uang dengan nominal terbesar di dompet saya dan saya berkata, "Pakai buat mama dan papa ya?". Beliau tersenyum dan menjawab, "Iya non, nanti jadi pempers kakakmu". Ahahaha, kami berdua tertawa. Saya masuk ke kantor dengan perasaan aneh dan mata berkaca-kaca.

Di ruangan, saya terdiam. Saya memperlakukan ayah saya seperti orang upahankah? Tidak..tidak, saya tidak berencana membayar untuk antarannya. Tapi karena saya ingin memberi. Situasi membuat seakan-akan terlihat begitu. Saya terdiam lagi, ada rasa senang bisa memberi. Merekalah alasan saya bekerja, masa depan belum dapat saya pikirkan sebenarnya, karena saya berharap pasangan saya kelak bertanggung jawab pada saya. Merekalah alasan saya bekerja keras. Maaf, tapi begitulah kondisinya. Siapa lagi anak yang bisa mereka andalkan?

Saya membandingkan dengan kondisi saya dengan mantan pacar saya yang terakhir. Dengan kondisi sosial-ekonomi kami yang begitu terentang jauh berbeda, saya dengan mudahnya memberi isi dompet saya untuk memperlancar kencan kami. Maaf buat kejujuran ini. Ini hanya pemikiran saya sebagai anak yang jahat tadi pagi. Masakan untuk seorang pria yang tidak mencintai saya sungguh-sungguh dan tidak bertanggung jawab, dengan mudahnya saya memberi uang buat bensin dan kemudahan-kemudahan dia, tapi untuk ayah saya... Yang menanggung hidup saya selama ini, yang bekerja keras untuk saya, yang rela bela-belain pulang weekend ketika dia training di luar pulau hanya untuk membawa pulang baju natal dan boneka kelinci di hari ulang tahun ke tujuh saya. Sementara mantan saya, orang baru dalam kehidupan saya yang tidak mungkin melakukan itu semua untuk saya dengan cinta dan ketulusannya.

Saya memukul kepala saya sebentar tadi. Maafkan aku, papa. Bukan saya pelit, saya hanya berusaha memanage tadinya... sampai saya sadar, kebutuhan buat kalian, orang tua dan kakak saya, sudah seharusnya menjadi tanggung jawab saya. Saya mencintai kalian, tapi mengapa tindakan saya terlihat lebih mencintai mantan saya. Maafkan saya. Saya salah.