07 May 2010

rintik terakhir hujan

"mari bermain hujan!", ajak si awan.
kucubit perutnya dan tertawa.
kami menatap langit.
hanya menatap tanpa bermain hujan.
ditariknya lenganku.
oh..sudah reda.
ayo, bermain dalam rintik terakhir hujan.

kami berkejar-kejaran seperti anak kecil.
awan merangkul pundakku.
dan merobohkan tubuhku ke tanah.
sial, aku tidak boleh kalah.
kukejar dan kubalas.
ia tertawa puas.
rambutnya lembab akibat rintik terakhir hujan.

awan mengguncang pohon rindang.
bulir-bulir air mengguyur wajahku.
sial, kukejar kau!
kugigit lenganmuuu!
kukejar dengan kencang.
kuterjang rintik terakhir hujan.

awan masuk ke dalam rumah.
ia tertawa dan menggigitku balas.
katanya, "ini terakhir, hahaha".
malam datang bersama lelah.
aku menatap langit, ada rintik terakhir hujan.

awan menatap mataku.
ia pamit pulang.
"masih gerimis", kataku.
kugenggam erat mantelnya.
"aku harus pulang", ujarnya lagi.
"besok awan datang?", tanyaku.
dia hanya menatap ke langit.
menatap rintik terakhir hujan.

aku terbangun.
dunia masih gulita.
awan tidak ada.
hujan sudah reda.
bercak rintik terakhir hujan di pipi.
aku rindu awan.
aku rindu bermain bersama awan.

No comments:

Post a Comment

write down, please :