Bunga matahari itu berdiri sendiri.
Dia menanti sinar mentari yang akan menegakkan dadanya.
Setiap hari.
Dia tahu itu akan selalu pasti.
Jika petang menjelang,
Mentari berbisik, esok ia akan kembali
Bunga matahari gembira sekali.
Suatu hari mereka bercakap-cakap.
Mentari berkata, mereka akan selalu bersama.
Tak terpisah.
Karena itulah takdir mereka.
kata mentari.
Bunga matahari tak pernah lupa.
Mentari pun tak pernah ingkar janji.
Ketika hujan datang,
Bunga matahari menangis.
Namun mentari selalu membuatnya tersenyum kembali.
Berdiri tegak lagi.
Bercahaya.
Pantulan cahaya mentari melebur dalam jiwanya.
Lagi-lagi, roda berputar lagi.
Kalau hujan bisa dilewati,
Yang lain hanyalah masalah sepele.
Tapi tidak..
Bunga matahari sedih.
Katamu, kita punya impian yang sama?
Katamu kamu akan meraihkan mimpi mimpi itu bersamaku?
Katamu kamu akan memperjuangkan aku?
Mana usahamu?
Katamu aku yang terutama?
Katamu akulah partner hidupmu?
Katamu kamu tidak akan merendahkan aku?
Katamu kau tidak akan kasar padaku?
Katamu kau dewasa dan mampu merawat hatiku?
Katamu, kamu tidak akan membiarkan mereka mencabutku mati....