Hey ruderuth,
you're still alive! Haa!
It's gonna be my first note at this year :)
Well, apa yang berubah dari saya?
Okey, I found my man.
Since 2010, November is our month.
Actually, we already have known each other since 2006. Since is not the correct word, i think. At. Yes, we met AT 2006. and we never meet up again. I -even- forget that i knew him. My friend announced him and expect that we could make it out. But, yeah, saya saat itu masih hijau. So when we met for the 2nd time, he asked me, "do you still remember me?" and my friend (the same friend that announced us :P) replied, "He keeps our pics". Saya, "hah? memangnya kita pernah berfoto?".
WOW! ternyata iya, pria ini masih menyimpan foto kami dan 2 teman di tahun 2006.
kami bertemu pertama maupun kedua sama sama di konser musik. Tempat yang sebetulnya tidak saya yakini baik untuk bertemu calon pendamping. Hahaha. Well, based on my experience ya :D
saat itu saya tidak memikirkannya lebih jauh. masih banyak hal lain yang ada di pikiran saya.
Bla bla and bla...
kami hang out pertama kalinya berdua. Dia menemui orang tua saya, meminta ijin. hal yang tak pernah dilakukan oleh yang sebelum sebelumnya :)
was impress me.
Quite fun.
He's on my mind. As a great crazy bestfriends. But not in my heart yet.
Bla bla bla.
We're separated. Dia akan bekerja keluar kota. satu-satunya hal yang membangkitkan trauma saya terdalam. Saya menolaknya dari hati dan pikiran. kami berpelukan tanda sahabat yang akan berpisah. Saya menghapus sms-sms yang begitu menbahagiakan saya dan hanya menyimpan sms-sms bersahabat. Saya membunuhnya di kedalaman hati saya.
Note : tidak pernah ada sms romantis atau rayuan, namun sms bercanda dan perhatian itu yang saya sebut sms bahagia :)
kami masih aktif sms dan menelepon, sekedar mengenali lebih dalam. Tapi mati rasa itu terus saya paksakan. hanya untuk menyelamatkan diri sendiri.
Dia datang, dia menemui saya untuk mengungkapkan semua keseriusannya.
Satu hal yang saya lihat.
ia menemui ibu saya, orang yang terpenting dalam hidup saya.
Just that, Ruth? and you falling in love?
Nope.
Dia adalah orang yang bisa menerima kondisiku, keluargaku, aktifitasku, prinsipku, dan menyemangatiku. Dia membuatku merasa berharga karena dia berjuang untukku. Dia membuatku tidak butuh make up meski aku lemas karena diare berat. Haaa! Gombal banget alasan alasan ini. mungkin banyak pria yang bisa seperti itu.
Oke, kalau ini mungkin tidak semua bisa.
He complete me.
That's the point.
Sebelum dia datang, i was asking God. I know, God never answer me with clear and strong voice, "Yes, Ruth, he's the one". Tapi Tuhan memberikan saya keyakinan, jika kami membiarkan Tuhan memegang kendali atas masa depan saya - dia ataupun kami. Tuhan akan bekerja. Itu saja. seperti yang sebelum sebelumnya. Jika tidak baik atau kami berjalan dengan cara salah, Tuhan akan mengeluarkannya dari kehidupan saya.
Apakah dia jodoh saya? Apakah kami akan menikah?
Why do i have to answer it? It's not my job! It's God's.
all i know is, I'm a believer, not just a dreamer.
I'm in love, but I believe that LOVE IS NOT BLIND. IS NOT BLIND. IS NOT BLIND.