31 March 2010

terbesit

song : don't write me off just yet, by hugh grant. Taken from one of my fave movie, music and lyric. Simple drama movie, i always love it. Meaningfull. Sore ini saya memikirkan orang itu, tidak terlalu lama mikirnya juga. Mengingat saya berniat untuk melanjutkan kehidupan saya dan melewatkan masa-masa penuh tanda tanya yang dia ciptakan kala itu, trapped into spiderweb. Saya mencari lirik lagu ini, terbesit lirik lagu ini. Sebenarnya saya kurang menyukai lirik yang terlalu 'bercerita', seperti 'pada suatu hari bla bla bla..minnie bertemu mickey'..tapi karena soundtrack film, dan masuk dalam frame yang tepat, saya pun berharap dia melakukan ini untuk saya. Atau saya yang melakukan untuknya? haaa, bingung *lagi-lagi*. Tidak, tidak, dia yang harus membuktikan. Berjuanglah.


It’s never been easy for me
To find words to go along, with a melody
But this time there’s actually something, on my mind
So please forgive these few brief awkward lines

Since I’ve met you, my whole life has changed
It’s not just my furniture, you’ve rearranged
I was living in the past, but somehow you’ve brought me back
And I haven’t felt like this since before Frankie said relax

And while I know, based on my track record
I might not seem like the safest bet
All I’m asking you, is don’t write me off, just yet

For years I’ve been telling myself, the same old story
That I’m happy to live off my so called, former glories
But you’ve given me a reason, to take another chance
Now I need you, despite the fact, that you’ve killed all my plants

And though I know, I’ve already blown more chances
Than anyone should ever get
All I’m asking you, is don’t write me off, just yet
Don’t write me off just yet

song : When God made you

Saya mengagumi kata-kata dalam lagu ini. Kata-kata iman seseorang akan jodoh yang terbaik dari Tuhan. Tuhan tahu siapa yang akan di'berikan'Nya, sejak kita belum dilahirkan pun ia sudah tahu. Hmm...bedanya tipis juga lho, antara kata-kata iman dan ke GR an, haha..sok tau banget gitu kalo kita bakal dapetin sosok itu :)
Apapun anggapan luar, saya pernah membaca sebuah buku berjudul Your best Life Now (Joel Osteen), dia mengatakan jika kita mengimani sesuatu, kita harus berani mengungkapkan kata-kata iman itu. Efeknya bisa sebagai pembuktian bahwa kita mengimaninya, atau membantu menguatkan, mengontrol pikiran kita atau mensugesti kita untuk makin mengimaninya. Well, saya mengharap lagu ini bakal ada dalam pernikahan saya kelak *entah apa reaksi saya, ikut bernyanyi sambil menangis terharu, loncat-loncat, atau semaput?* :)


It's always been a mystery to me
How two hearts can come together
And love can last forever
But now that I have found you, I believe
That a miracle has come
When God sends the perfect one

Now gone are all my questions about why
And I've never been so sure of anything in my life

chorus:
I wonder what God was thinking
When He created you
I wonder if He knew everything I would need
Because He made all my dreams come true
When God made you
He must have been thinking about me


I promise that wherever you may go
Wherever life may lead you
With all my heart I'll be there too
From this moment on I want you to know
I'll let nothing come between us
And I will love what like you love

Now gone are all my questions about why
And I've never been so sure of anything in my life

chorus:
I wonder what God was thinking
When He created you
I wonder if He knew everything I would need
Because He made all my dreams come true
When God made you
He must have been thinking about me

bridge:
He made the sun
He made the moon
to harmonize in perfect tune
One can't move without the other
They just have to be together
And that is why I know it's true
You're for me and I'm for you
Cause my world just can't be right
Without you in my life

I wonder what God was thinking
When He created you
I wonder if He knew everything I would need
Because He made all my dreams come true

He must have heard every prayer I've been praying
Yes, He knew everything I would need
When God made you
When dreams come true
When God made you
He must have been thinking about me

song : Lucky

Waktu saya baca sebuah blog teman, ada lirik lagu ini. Saya suka lagunya, tapi baru kali itu merenungkan liriknya. Saya tergolong aliran konservatif yang jatuh cinta itu diawali dengan sebuah pertemanan dan tentunya bukan jalur cepat :)
Hahaha, tapi tidak semua sahabat saya 'makan' lah...kalo sudah sangat terlanjur jadi sahabat, kadang saya malah mati rasa. Bingung? Saya juga. Haaa!

(Jason Mraz ft. Colbie Caillat)

Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky oh my, baby I'm trying
Yeah I hear you in my dreams
I hear your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Oooohhhhoohhhhohhooohhooohhooohoooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I wait for you I promise you, I will


I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music, fell the air
I put a flower in your hair
And though the breeze is through trees ???
Move so pretty you're all I see
Let the world keep spinning round
You hold me right here right now

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

30 March 2010

jelly was crying

Baru saja terbesit mau buat nutrijell dirumah. Yah, jelly salah satu obat untuk kelelahan saya, hihi. Tiba-tiba teringat, dulu saya suka membuat nutrijel berbagai rasa dan saya cetak dengan koleksi cetakan puding ibu saya yang bentuknya unik-unik.

Lalu *dulu saat masih pacaran* pasangan saya suka main kerumah kebetulan di saat saya membuat nutrijell atau sisa bahan puding ibu saya. Fyi, ibu saya melayani pesanan catering untuk desert, hihi. Beberapa kali saya memberikan jelly atau puding buatan saya untuknya.
Di suatu kesempatan, dia bilang, "aku paling suka rasa melon".

Di kesempatan lainnya, saya menggeledah koleksi cetakan puding ibu saya dan menemukan bentuk hati alias Love. Saya bermaksud membuatkan untuk pacar saya sepulang dia kerja nantinya *saat itu saya baru lulus kuliah*.

Waktu yang dinanti tiba, jelly melon dalam bentuk hati di jam pulang kerja.
Taraaaa....

Kukira ia akan melonjak kegirangan untuk surprise kecil saya. Haha. *sigh* Ia tersenyum dan berkata dengan tergesa-gesa, "Ayo ay, dibawa ke anak-anak dimakan rame-rame buka puasa". Kita memang berencana setelah itu bermain kerumah teman yang mengadakan buka puasa bersama, tak jauh dari rumah saya.
Saya menjawab, "lhooo..ini kan buat kamu". Akhirnya *masih tergesa-gesa*, dia menjawab, "yaudah, masukkin kulkas dulu nanti kita balik rumahmu lagi kan?". Saya mengiyakannya.

Setelah kembali kerumah saya, saya menawarkan lagi, dannn...ia makan sedikit sambil berkata, "aku kekenyangan". Saya ikut menghabiskan jelly itu, mungkin porsi saya lebih besar. Daripada dibuang kan...

Kami tidak bertengkar, saya juga tidak mengeluh, saya tidak menganggap itu masalah besar. Dia pulang, kami melanjutkan sms sebelum tidur. masih mesra. Saya doa sebelum tidur. Saat berusaha memejamkan mata, airmata saya menetes. Ternyata saya kecewa toh, haaaa...the jelly was crying then :)

Spiderweb

This is about someone who came into my life. I called him spiderweb in this post, tidak baik menyebut nama, penggambarannya sudah mendekati dan the best clue I’ve ever found, hihi.
Entah apakah dia harus kukategorikan orang jahat dalam hidupku, atau tidak. Kami berkenalan mungkin 4 tahun yang lalu. Tapi mungkin kami bertemu lebih dari 4 tahun yang lalu, tentunya dalam kondisi ‘who the hell are you’.

Kesamaan lingkungan pertemanan membuat kami semakin akrab. Dia termasuk tempat curhat saya untuk permasalahan yang ada dengan pasangan saya saat itu. Dia tidak banyak memberikan solusi, saya rasa dia bukan orang yang banyak membantu memecahkan, tapi leluconnya membuat saya jengkel dan tertawa. Itu cukup mengalihkan pikiran saya dan melupakan masalah, kemudian berbaikan dengan pasangan saya. Sampai akhirnya saya putus. Haaaa, sudah, jangan terpancing untuk meneruskan, bukan pembahasan postingan ini, skip :P
One day, he did a favor to me. Then I felt so comfort to share some suck stories in my past. Oh great, I’ve never so extrovert to the new comer but him. Dia datang saat saya terluka, dan sedikit banyak ia membantuku melewati itu semua. Saya memujinya. Saya menganggap ia sahabat istimewa.

Tak lama, ia memiliki pasangan. Jadi saya rasa saat ia ‘menopang’ saya, ia juga sedang pendekatan ke seseorang. Haha. Dia memang setiakawan – yang terkadang menurut saya kelewat batas. Lalu, Oh, tenang, saya belum jatuh cinta. I’ve told you, I’m a lil bit difficult to fall in love.

We still kept in touch as a friend, tak lama dia putus. Itupun saya tahunya belakangan. Tak lama, dia menghibur saya, ketika masalah keluarga atau kakak saya. Dia baik, meski ada cerita tidak baik tentangnya. Saya anggap manusia berubah setiap saat, dan mungkin saya bertemu dengan dia yang baru saat itu.

Sampai akhirnya pertemanan kami sedikit berbeda menurut saya. Contohnya : dia menelpon dan ngambek karena saya tidak memperhatikannya ketika sakit. Jujur, saya orang yang mudah langsung “oh, I’m so sorry”, bahkan bisa langsung kerumahnya, apalagi jika mengingat sistim balas jasa atas semua kebaikannya. Tapi inilah jasa Tuhan buat saya, dengan semua proses yang Ia perbolehkan untuk saya alami, maka saya masih dapat mengontrol perasaan itu dan menetralisirnya dengan sebuah jawaban, “hahah, bisa sakit toh?”.. Oh, padahal saya ingin sekali memperhatikannya. Tapi TIDAK! Saya tidak akan menumbuhkan sebuah perasaan seperti itu lagi, jika dia tidak berjuang untuk saya dan Tuhan mengijinkan.

Singkat kata, keadaan sering mempertemukan kami dengan “kebetulan”, tidak dalam fisik saja. Padahal saya percaya di dunia ini tidak ada kebetulan, yang ada memang Tuhan sudah mengaturnya sedemikian rupa.

Semakin lama, dia semakin terbuka. Akhirnya saya okelah, berani membuka hati juga. Dalam artian, membuka kesempatan jika ada kemungkinan lebih dari seorang sahabat. Saya lihat dari profil dia, toh yang utama-utama sudah terpenuhi, yang lainnya baru akan saya pelajari. Dalam perjalanan itulah, saya merasa, he’s got my ace card *my past*, so he could read my character as well, right? He play it up and down, depend on his will. Well, I’m fine with moody people, cuz I think sometimes I become like that. But I dunno why for this time…

He said he miss me, asked me about our feeling, bla bla bla… He said, what will you feel if we’re belong together. *sigh* I said, that’s fine for me. hahaha..sounds like I’m too open, rite?. Itu semua akhirnya menjadi sebuah kesalahan. Saya berusaha terbuka karena saya mengingat sebuah quote yang saya copy dari FB teman *lupa*, "Membiarkan cinta sejati tak terungkap adalah jalan tepat menuju kepahitan hati". Saya mencoba jujur. Ya, saya merindukanmu, ya, saya ingin bertemu, ya, saya merasa nyaman denganmu, ya, saya sudah melewatkan dan berusaha melupakan masa lalu, ya, masa lalumu bisa saya maklumi, ya, saya mau membuka hati, ya, bla bla bla, ya bla bla bla.

Saya merasa saya salah. Mungkin akan selalu lebih baik, jika perasaan itu semua tidak terungkap. Saya pernah tidak mengungkapkan perasaan ke seseorang, dan saya rasa saya bisa melakukan itu ke dia juga mestinya.

Pintu semakin terbuka lebar baginya untuk bertindak sesuka hati. Semakin tidak memperdulikan perasaan saya. Well, kami tidak bermesraan, haha. Tapi lebih, ke arah dia sudah tidak sungkan untuk menelantarkan sms saya. Dia semakin tidak sungkan untuk mengabaikan ajakan saya untuk sekedar hang out seperti kami dulu. Dia semakin tidak sungkan untuk marah jika ada kata-kata saya yang menyinggungnya. Padahal sendirinya berkali kali dia mengabaikan perasaan saya. Saya maafkan.

Yang saya ingat, saat kami melewati hujan. Buat saya semuanya menyenangkan. Bukan sesuatu yang mesra ataupun romantis. Tapi saya merasakan kenyamanan itu, kami tertawa di bawah hujan, melakukan tingkah-tingkah konyol, sampai saya tidak rela malam itu berakhir. Saya tidur dengan tersenyum. Saya bilang sama Tuhan, aaah, saya senang malam ini saya menjadi diri saya sendiri. Tuhan, apa dia yang terbaik buat saya? Apa dia yang terakhir? Apa terus kubuka kesempatan buatnya agar kami bisa mengenal satu sama lain atau saya harus pergi saja? Apa saya sudah jatuh cinta, Tuhan?

*sigh* tidak sampai esok lusa saja sudah bobrok lagi. Hanya karena saya salah ucap, dan memasukkan beberapa pelajaran yang saya ambil dari masa lalu saya, ia jadi sangat tersinggung dan tidak mau bicara lagi. Saya meminta maaf setiap kesempatan, menelepon dan semua yang saya bisa, tapi semua diabaikan. Sampai ulang tahun saya pun terabaikan. Haha, kukira dengan ulang tahun akan ada sebuah keajaiban.

Lama kelamaan, saya memang benar - benar diabaikan. Kesibukankah? Padatnya kegiatan seseorang tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan perasaan orang yang kita sayangi, karena kita ada perasaan butuh dan bonding *for me*. Sesibuk apapun saya, saya pasti ‘merasa butuh’ untuk menyapa kedua orang tua saya, for example.

Jadi, dari semua tindakannya, saya merasa memang dia tidak membutuhkan saya, dia mengabaikan saya, mungkin saya bukan yang terbaik baginya, mungkin dia bukan yang terbaik bagi saya, mungkin dia sudah ada ‘yang lain’, mungkin dia memang tidak serius dengan semua yang dulu dia ungkapkan dan perbuat, mungkin dia cuman butuh perhatian, dan dia mendapatkan itu semua dari setiap perempuan yang dia rajuk, mungkin dia memang tidak mencintai saya.

Akhirnya di awal tahun, setelah dia mengabaikan sapaan sapaan saya dalam berbagai kesempatan yang saya bisa lakukan hanya untuk melihat apakah layak perasaan ini saya tumbuhkan terus? Apakah layak saya memperjuangkannya? Saya pun memutuskan untuk melanjutkan kehidupan saya dan mimpi saya. Sekali lagi saya memutuskan harapan ibu saya untuk memiliki menantu dia, haha. Mestinya saya juga tidak usah terlalu mengupdate putrinya ini sedang dekat dengan siapa, haha. Untunglah ibu saya seperti seorang teman yang…”oke, kalo gitu cari yang serius sama kamu aja”..

Terus-terusan saya dinasihati orang-orang sekitar ataupun firman Tuhan. Buat apa saya memperjuangkan seseorang yang tidak berjuang untuk perasaan saya? Yang ada hanya saya akan menyakitinya dengan keegoisan saya karena rasa sayang saya berubah menjadi rasa ingin memiliki saja. Dia itu pria, calon pemimpin keluarga, ayah dari anak anak nantinya, jadi biarlah dia membuat keputusan. Biarlah dia berjuang, biarkan dia berusaha membuktikan, biarkan dia pergi jika memang we’re not belong together. Biarkan dia mencari jati dirinya sendiri. Biarkan dan biarkan…termasuk membiarkan perasaan saya juga. Saya belajar untuk mematikan perasaan yang hampir saya tumbuhkan juga.

Sampai saat ini saya kadang bisa mempunyai perasaan eman yah..dia sudah lengkap bagi saya. Saya tidak cari yang aneh-aneh, itu sudah cukup, haha. Eman juga…kalaulah tidak bisa belong together, at least kami dapat kembali menjadi dua orang teman lama. Tapi, yang saya lihat, dia datang dan pergi sesuka hatinya. Dia mengontak saya hanya untuk teaser, apakah sekedar ujian buat saya juga? Saya tidak mau lagi ambil pusing. Bagaikan terus terjebak dalam spiderweb rite?

Thank God, saya punya orang-orang di sekitar saya yang menguatkan saya untuk terus berjalan, tidak menoleh ke belakang sebagai hal yang saya takuti, tapi terus berjalan ke depan. Terus mempercayai akan ada orang yang mencintai saya, tidak menyakiti, dan memang berkomitmen serta berjuang untuk saya. Dia tidak akan mungkin membiarkan saya menjadi fondasi sendiri atas hubungan kami nantinya, dia akan ikut fight untuk mempertahankan. Kami akan bersama suatu saat nanti, entah siapa dia. Saya lelah. Saya capek menjadikannya prioritas dalam hidup saya, sementara saya menjadi pilihan ataupun cadangan. Saya menulis di status facebook saya : You’re late, I write you off. Ada juga : Nobody wants to be optional. Nobody wants to be substitute. Dan yang terakhir ini, "Don't let someone become priority in your life when you are just an option in their life", ujar Sherly pada saya.
Semuanya buat dia, tapi tepatnya buat menguatkan saya.

Dear spiderweb, I hope u read this someday :)
Kamu tidak sepenuhnya salah atas perasaan ini. Saya juga salah telah membiarkanmu menumbuhkan perasaan itu. Saya salah karena berharap lebih. Hanya Tuhan yang tidak salah, jika memang berjodoh, waktuNya akan datang tepat. Jika tidak, mungkin akhirnya saya memilih lebih melegakan jika kau terpisah jarak dan waktu, begitu jauuuuh dari saya, seperti yang sebelum sebelumnya. Jika bertemu, baiknya itu new friendship for two strangers :)

WHEN YOU LOVE SOMEONE (endah n rhesa)

I love you but it’s not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever but you’re still in my dream
And I can’t stand to wait your love is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true
I used to hide and watch you from a distance
And I knew you realized
I was looking for a time to get closer
At least to say “Hello”
And I can’t stand to wait ‘till night is coming to my life
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true
I never thought that Im so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up, just try and try to get what you want
Cause love will find the way
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true

24 March 2010

ketemu :)

Pagi tadi dikantor, eh, disapa seorang temen via chat. He asked good songs reference *my version offcourse*, actually he asked the new songs. I'm not that update, so i gave few and not the newest :P
Eh, malah saya tertular virus download. Bingung lagu apa, maka saya buka draft yahoo mail saya. Beberapa teks lagu yang saya simpan waktu berlibur di belanda dulu masih ada. Akhirnya saya hunting. Ketemu deh beberapa lagunya. Lhaaaa...kok banyak sad songs? Di belanda 2005, pertama kalinya saya dengar *please do not laugh* :
1. You're beautiful - James Blunt
2. Promise me, you'll wait for me - Beverley Craven
3. Here without you - 3 doors down
4. Purest of Pain - son by four (aslinya), but i was in Cat Tien's verse
5. holland's songs...with mellow melody offcourse
6. Nine million bycicles - Katie Melua
7. etc.

What else? haa..forgot, i let you know later. Saya masih ingat apa yang terjadi sehari sebelum keberangkatan saya, apa yang terjadi di airport juga paginya. Dan dengan 'keseriusan' saya merenungkan setiap lirik lagu lagu itu di perjalanan panjang selama disana. Apalagi radio-radio disana juga memutarnya.
Sedih ternyata keseriusan saya dipermainkan. Yah, saya patah hati. Bukan karena saya cinta mati. Bukan karena dia pacar saya. Bukan karena saya mencintainya. I would not call it as love. Not yet. Tapi saya sedih kenapa dalam sebuah pendekatan, orang boleh tidak serius. Kenapa menginginkan hubungan tanpa status atau TTM, fuck with that label...jika sebuah komitmen bisa dibangun? i know it wont be so easy.
Well, i don't wanna talk about commitment in this post. Not now.
I just want to show how dissapointed i was... When i was singing that song for him in my heart, i thought he would be serious with me. But thank God, He show the right path. That man didnt deserve me at all. He didn't deserve those songs.
I still love those songs, i download - enjoy - then laugh. Laugh at myself used to be. I was so innocent and thought there's no bad guy around me, they're out there. Hahaha. Thank God for these process. Be tought and move on! I'm so happy to meet these songs again, lets play them all!

23 March 2010

hurt locker

saya menonton film ini weekend kemarin. Penasaran dengan film yang meraih banyak award. Maklum, sudah lama tidak ke cinema. Sejak saya mulai mencari uang dan membuat skala prioritas dalam hidup, maka hobby menonton sedikit terabaikan :P
Well, banyak orang yang keluar ruangan sebelum film berakhir, tidak tahu apa karena pemutarannya terlalu malam, atau jalan cerita yang membosankan.
Yah, kalau mau dikalimatkan, memang monoton. Cuman saya tipikal orang yang mudah tersentuh dengan cerita humanity, mau monoton kalo sudah interest, yah mesti liat sampai kelar :)
Kesimpulan, saya benci perang. Saya benci melihat orang-orang mati dengan tidak layak. Saya menyalahkan kedua pihak. Pihak yang membenci amerika. Pihak yang membenci lawannya amerika.
Saya punya pendapat atas ini semua. Dari film ini, saya melihat seorang ayah yang begitu tidak bisa berkata apa-apa ketika menelepon istri dan anaknya setelah dia nyaris mati..
Saya juga melihat kejamnya orang orang yang memperdaya orang lain maupun melakukan bom bunuh diri itu sendiri. Tubuh seorang anak kecil yang di-isi dengan bom. Tubuh seorang ayah yang dililiti bom. Dari tingkat tingkat atas rumah, orang-orang melihat tentara amerika mencari bom seperti sebuah permainan petak umpet dengan nyawa sebagai taruhan. Oh, come on!
Film ini mengingatkan Oom saya yang juga pernah bertugas bersama PBB ke bosnia dulu, beliau juga sempat disandera.
Mengerikan! Anehnya, saya selalu suka film ataupun buku berlatar belakang perang, membuat emosi saya mudah disentuh, haaaa!
ada diary of anne frank, film life is beautiful, dll.

Hujan kota Malang, 15 November 2009

Monday, November 16, 2009 at 10:59am
i wrote this on my facebook's note :)

Kemarin saya ke kota Malang.
Bukan untuk jalan-jalan, tapi sebuah pemakaman.
Menemani ibu saya, bersama perwakilan keluarga lainnya.
Beliau salah seorang Oma terbaik dalam hidup saya.
92 tahun usianya. mirip usia buyut saya, Nathalie.
Kota ini memorable buat saya, pahit dan manis.
Lucunya, justru yang pahit terjadi di usia dewasa, hah.
Tak apalah, saya masih sanggup pura-pura amnesia.
Saya tidak terlahir di kota ini, tapi ada hati yang terikat.
Opa dan Oma saya menikah di kota ini.
Gereja tua Imanuel, kemarin saya melewatinya.
Masih cantik seperti yang saya lihat di foto tua itu.
Terbesit keinginan menikah juga disana, mengulang sejarahkah? Hah.
Karena itu mereka menjuluki Sumampouw Malang atau Manado Malang.
Malang kota atau malang nasibnya? Ambigu, haha.
Ayah dan Ibu saya juga menemukan cinta di kota ini.
Sempat saya menggoda, kok boleh sih pacaran keluar kota?
Ibu menjawab, mereka bertemu ketika mengawal acara murid sekolah minggu.
Glek.
Si gondrong ganas dan main band mengajar sekolah minggu?
Okelah, saya terima.
Toh, saya bersyukur mereka menikah dan menjadi milik saya.

Kemarin kami reuni keluarga mendadak.
Mungkin itu salah satu fungsi pemakaman (dan pernikahan, saya rasa).
Seringkali saya mendengar, ini siapa ya?
Anaknya siapa ya? Sudah lulus? Sudah menikah?
Yah, pertanyaan general.
Tak apalah, paling tidak saya tahu saya punya keluarga besar, haha.
Kemarin juga saya melewati beberapa tempat.
Yang ingin saya kenang, yang tidak ingin saya kenang,
dan yang terpaksa saya kenang.
Beberapa kata kutukan sempat terucap.
Beberapa kekaguman juga.
Tapi semuanya saya tutup dengan ucapan syukur. Semuanya memproses saya.
Saya melihat rumah ijen.
Lapangan depan membuat saya merasakan lari-lari kecil saya dulu.
Juga pohon keresnya.
Mampir kerumah paman, di dekat makam, banyak foto-foto lama.
Kerumah megah tante saya di Cipu.
Saya ingat bakso dan rindu sepupu sepupu yang hijrah ke ibukota.
Kemarin paling berkesan yah di pemakaman Sukun.
Selain mengantar Oma, saya melihat makam suaminya.
Lalu Buyut saya, Hallo Opa buyut!
Keluarga besar juga berkumpul disini.
Saya kira hanya di kembang kuning Surabaya, hah.
Saya nanti dimana ya?

Kemarin saya bernyanyi bersama keluarga di depan peti Oma.
Kemarin saya juga menangis ketika peti ditutup.
Kemarin saya mengetahui bulan depan sepupu saya akan menikah.
Kemarin saya baru melihat ponakan saya yang tampan untuk pertama kalinya.
Kemarin saya berbicara akrab dengan ibu saya di sela-sela acara.
Kemarin saya melihat kebaikan dan keburukan di satu hari.
Kemarin juga saya memutuskan harus meneruskan kehidupkan.

Semuanya berkesan.
Tapi saya harus pulang, besok kerja.
Surabaya bukanlah kota yang terbaik dalam hidup saya.
Tapi saya paling terikat disini, bukan hanya karena kota kelahiran saja.
Saya pindah ke mobil satunya.
Duduk di sebelah kemudi kakak laki-laki ibu saya yang paling gemar bercanda.
Sebenarnya beliau berharap saya menemani mengobrol.
Tapi mungkin bulu mata saya banyak tumbuh hingga berat kelopaknya, hah.
Beliau terpaksa memasang musik orangtua saya yang selalu ada di dalam player.
Sesekali saya terbangun.
Menunggu sms atau telepon itu. Tapi kasihan sekali saya, tidak ada.
Biarlah, saya lelah.
Saya tidur lagi. Terbangun lagi ketika bibi-bibi saya bercengkrama.
Tertidur lagi.
Sesekali saya menoleh ke kursi ibu saya.
Seringnya beliau tertidur.
Lalu terbangun dengan gusar melihat jam dan menatap jalan dengan mata tajam.
Apa sih yang beliau pikirkan?
Oh, saya ingat.
Beliau memikirkan saudara kandung saya di kursi rodanya.
Juga belahan jiwanya, yang menggantikan tugasnya menjaga rumah.
Saya melihat kesetiaan cintanya di mata yang gusar.
Sesekali saya mengajaknya bercanda, ibu mendengarkan.
Namun saya tahu tidak ada konsentrasi disitu.

Kemarin saya melihat hujan di kota Malang.
Hujan juga mengantar perjalanan pulang kami.
Saya merindu pelangi, tapi kemarin dia tidak hadir.
Tak apalah, masih ada daun-daun yang segar untuk kulihat.
Bau tanah karena hujan dan suaranya, oh, nampaknya saya juga rindu hujan.
Entah kenapa ketika kecil saya berani menari di bawah hujan.
Sekarang saya cukup memandanginya saja.
Alasan kesehatan, malas cuci baju, dan lain-lain.
Tapi suatu hari saya ingin menari lagi di bawah hujan, karena saya rindu.

Hujan kota Malang kemarin.
Saya melihat pantulan wajah ibu saya dari jendela.
Saya melihat cinta dan kekuatannya.
Tenang Ma, sebentar lagi kita tiba di rumah.
Akhirnya saya memutuskan untuk tidak terlalu tidur, hah.
Diiringi lagu “pigi jo deng dia” atau “balada palaut”
Saya memandangi jalan dan hujan yang tertinggal di Malang.
Ah, lagu-lagu itu.
saya nyaris lupa kalau mobil ini diisi oleh orang orang ras ibu saya,
saya nyaris lupa leluhur dan budayanya.
saya terlalu suroboyo, hah.

Saya membaca lagi.
Tulisan ini bukan puisi, juga bukan cerpen.
Saya hanya ingin mengenang hari kemarin.
Karena itu saya juga tidak menemukan intinya.
Tentang kota Malang? Rindu hujan?
Rindu seseorang? Kecintaan saya pada ibu saya?
Atau kebahagiaan kecil di reuni keluarga?
Ah, otak saya memang rumit. Tidak juga pandai menyampaikan hati.
Saya cuman nulis buat Oma Yo saja.
Semoga beliau merasakan kehadiran saya,
Semuanya tersirat.
Bahagia di surga kekal.


(saat ingin menulis dikantor, Nov 16th, 2009)


komentar :Nuansa Herwindo sabar ya cin,suatu saat kamu pasti akan melihat pelangi dan ketika itu semuanya yang ada di hati mu akan menjadi berwarna dengan jelas.. jangan pernah patah dan berkeping-keping.. tuhan memberkatimu..
November 17, 2009 at 11:28am

Ruth Priscilla Hutubessy hahaha, jadi inget curhatku dl ya ttg Malang? inget ga sih, kamu marahin aku habis-habisan. uda brapa taun itu.. tapi aku masih inget, buat kebaikanku juga. makasiii yah ndol, selalu menjadi suporterkuuu :)
aku pasti bakal ketemu pelangi itu! kamu juga!!
Tuhan memberkatimu..
November 17, 2009 at 12:07pm

18 March 2010

Munafik, rindu, dan doa.

Tuesday, November 17, 2009 at 12:34pm . Salah satu note saya di facebook :)

Dulu pernah ada yang bertanya pada saya.
“Kamu kangen nggak sih sama aku?”
Saya jawab,”Iya”.
Dalam hati, bagaimana mungkin saya tidak merindukannya.
Kala itu saya mencintainya.
Saya selalu punya rindu untuknya.
Saya sering menahan rindu hanya karena saya takut mengganggunya.

Dia melanjutkan, “Mana buktinya?”
Saya bingung, bagaimana harus mengatakannya.
Apa semua perbuatan saya tidak menunjukkan kerinduan?
Sejenak saya diam.
Belum sempat saya menjawab, dia berkata lagi,
“Sudah, lupain aja. Sekarang apa sih yang kamu lakuin kalo kangen? Mana buktinya?”
Saya masih diam.
Saya menyahut pelan, “Aku berdoa”
Dia melihat dengan tatapan aneh, apalagi saya.
Saya sendiri kaget dengan jawaban saya.
Mungkin itu bukan jawaban yang dia harapkan.
Tapi buat apa saya berbohong.
Saya memang melakukannya.

Saya bingung mengartikan raut wajahnya.
Ada kaget, cibiran, kejengkelan, kecewa, semua jadi satu.
Yang saya cerna hanya,
Saya dipanggil pendeta dan munafik.
Heran…
Orang berdoa dipanggil pendeta.
Orang jujur dibilang munafik.

Padahal, doa itu menunjukkan betapa lemahnya saya.
Saya minta Tuhan menjaga komitmen saya.
Saya takut berbuat aneh-aneh hanya karena rindu.
Saya sudah tidak ada uang dan media untuk menyampaikan isi hati.
Saya taruh kepercayaan saya ke Pencipta untuk menyampaikan rindu saya.
Saya percaya pasti pesan saya sampai kepadanya.
Saya kirimkan doa itu seperti bernafas.

Ternyata,
Jauh lebih baik baginya jika mendengar,
“Iya nih, aku sampe ngutang duit pulsa buat telepon kamu”
“Mending aku mati aja kalo nggak ketemu kamu…”
Dan segenap basa-basi yang sebenarnya tidak dilakukan.
Segenap basa basi dilengkapi pengkhianatan.
Saya harus sekolah acting dong biar bisa bicara begitu!

Dia tidak melihat kekuatan doa.
Lihat apa yang Tuhan lakukan untuk mengobati rindu,
Mestinya ia bersyukur.
Pekerjaan yang menghasilkan uang untuk beli pulsa.
Perasaan rindu, bukannya kebosanan.
Komitmen yang dijagai Tuhan.
Perhatian-perhatian kecil meski tanpa kata rindu.
Doa menjauhkan saya dari mencari obat rindu selain dia.
Haruskah rindu itu diucapkan?
Harus memang, saya akui, apalagi untuk perempuan.
Tapi tidak setiap saat hingga akhirnya jadi hambar dan kewajiban semata.
Tatapan mata, sentuhan kecil, note kecil, kejutan kecil.
Juga doa untuknya.
Seharusnya dia bersyukur.
Tapi dia tidak mengerti.
Lucunya, dia menuntut yang ia juga tak lakukan buat saya.
Bagaimana mungkin saya melihat, merasakan saja tidak.
Sendirinya tidak berusaha untuk saya.

Dia tetap mengecap saya munafik.
Padahal, memang benar, jika merindukannya, saya berdoa.
Agar ia terus dijagai, agar cintanya tidak mati.
Payah..
Karena kamu meremehkan, akhirnya kamu mati kan?
Sekarang saya tetap berdoa,
Bukan untuk menyampaikan rindu saya.
Tapi supaya dia bisa berdoa.


(Dialog yang tidak berujung tapi selalu kuingat,
untuk menepis bahwa saya munafik)

komentator, orang-orang yang saya cintai :
Nuansa Herwindo : Munafik bisa bermacam-macam dan punya takarannya. semua manusia di lilitin kemunafikan. kita musti paham betul.
miris ya kalo musti inget kata-kata itu. kamu musti bangga dengan keadaan kamu yang sek,bukan karena dia. karena kamu bis berbagi semua ini dengan keluarga kamu.. mereka lah yang memebuat kamu berhasil berjalan tegak dengan kepala di atas. BRAVO(bukan motor ya cil)
November 17, 2009 at 1:33pm ·

Ruth Priscilla Hutubessy haha, itu REVO!!! motor bapakku :D
iya, keluarga adalah supporter terbesarku. pantes dia tdk diterima keluargakuuu,hihihi. ternyataaaa...
makasiiiiii ndolll, kamu bacain note2ku yaaaa? makasiiii supportnya juga, saya bangga dengan proses yg membuatku lbh kuat :D
November 17, 2009 at 2:29pm ·

Putiarsa Bagus Wibowo Dibalik tampangnya yg garang trnyt km cukup religius ya sil? Hehehe.. Tetaplah berdoa dan merindu.. *halah opo seh xixixi
November 18, 2009 at 12:32am ·

Ruth Priscilla Hutubessy masa sih aku religius??
*sambil mengunyah daging manusia dan bawa sabit berdarah-darah*
haha..tuh kan, digudoi..pdhl aku wes ngomong, doa itu menunjukkan kelemahan kita & kebergantungan kpd Tuhan. bukan religius lah..ada tertulis, "Doa itu nafas hidup org Kristen", di agamaku lho yo...
thanks yah sa for reading..malu akuuuu :)
November 18, 2009 at 9:45am ·

Alfiana Stevani Pontoh wooww, br bc krn tdk sadar ada yg nge-post note tp ngga ditag ke org2. hehe. jujur, pas bc smpt ada rasa merinding sih krn tau yg buat ini adlh seseorg yg kukenal. hehehe. brasa aneh plus merinding. hihihi.
well, munafik, rindu, n doa... berat bgt bahasan ini... smua tergatung ke msg2 pribadi gmn buat nanggepin ini smua... kalo smuanya uda ngga ... See Moretulus, uda ngga ada komitmen, apalg yg mau dipertahanin?!? yg ada jatuh2nya pasti tetep negatif smua yg uda dilakuin... pd akhirnya... qta hny bisa balik ke Yg Di Atas. Berdoa. Share ama keluarga. Bersyukur krn masi ada keluarga yg bisa jd 'shelter' qta dui saat 'hujan' dtg. we can make it thru d rain, rite?!? ...n d rainbow will come up :)
November 18, 2009 at 2:56pm ·

Ruth Priscilla Hutubessy hehe, malu sekali kl ditag org2..heee,emang saya hantu mpe bikin merinding??
bener, sebuah hubungan harus ada komitmen, means, fondasinya juga 2. kalo salah 1 rindu dan fight, 1 nya cuman mau nerima tanpa fight, apa gunanya??
yup, sist, thanks for sharing n reading it..kiss kiss for u! love u! all the best for us, we deserve to accept God's promise..
November 18, 2009 at 3:19pm ·

12 March 2010

ruderuth

Blogspot adalah blog lepas pertama saya. Pemilihannya atas dasar usulan teman. Dulu pernah menulis blog di friendster. Tapi karena berbagai alasan, maka blog itu terbengkalai. Belum saya hapus keberadaannya, karena saya masih suka buka buat melihat proses apa saja yang sudah saya lewati. Tapi di friendster, saya kehilangan blog khusus foto foto, aaarrrgghhh!
Saya juga menulis beberapa notes di facebook, tapi entah kenapa saya ingin punya 'rumah' sendiri di dunia maya. Karena tulisan tangan saya sudah menumpuk dirumah dengan hampir semua kisah yang memproses saya.
Saya adalah perempuan yang sedang berjalan menuju apa yang Tuhan mau. Dulu saya beridealisme, saya tahu target sukses saya, menjabarkannya dengan kata kata lengkap. Sekarang, saya lebih tidak bisa mendeskripsikannya. Tapi saya tetap tahu jalan tujuan saya. Oh, bingung ya? okey, skip. Data tentang saya terekam dengan jelas di friendster (masa perkuliahan, now steady) dan facebook (hingga sekarang), tapi itu tidak akan pernah cukup buat mengenal saya. Haa, sok banget. Nanti lah jika anda masuk dalam lingkaran terdekat kehidupan saya.
Saya suka menulis. menuliskan isi hati saya dari jaman SD di diary gambar gambar imut bahkan ada yang lengkap dengan gemboknya, ada yang wangi dan ada yang dilengkapi tempat foto. Tapi entah dimana itu semua. Terus berjalan dan berproses. SMA saya punya agenda yang merangkap diary. Didalamnya juga berisi notes, teks teks lagu favorit saya, poems, target hidup, amburadul lah! Beberapa teman suka membacanya, bagai membaca cerpen di tengah bosannya proses belajar mengajar. Akhirnya, mereka bagai 'menelanjangi' saya, anehnya saya tetap menulis. Mungkin itu yang membuat saya berpikir untuk sedikit tidak 'telanjang' di friendster ataupun facebook dan semua wadah untuk menampung hati dan pikiran saya kala mulai mendewasa (di dunia maya). Saya tidak mau orang terlalu tahu.
Kadang saya merasa dengan menulis ada kepuasan tersendiri. Ada sesuatu dari otak dan hati saya yang tidak tersampaikan secara lisan, bisa saya umbar dengan tulisan. Terkadang saya merasa ribet buat mengkomunikasikannya, padahal saya lulusan fakultas itu, haa!
Saya terlahir dalam keluarga yang bagi saya mereka adalah anugerah yang tidak ternilai. Bukan keluarga yang terbaik, bukan keluarga yang tidak bersalib (tidak menderita-red), tapi saya bersyukur Tuhan berikan mereka buat saya. Keluarga saya pernah mencapai puncak dan pernah terjatuh hingga pernah punya perasaan malu pada dunia, tapi Tuhan tidak pernah biarkan kami tergeletak. Kondisi itu membuat saya lebih berani lagi menghadapi hidup, lebih keras dan kuat sebagai pribadi. Yang saya tahu kami selalu punya damai sejahtera, sekecil apapun itu. Semoga nantinya saya membuat keluarga yang seperti itu kelak dan bahkan lebih baik lagi.
Saya menemui bakat olahraga dan seni dalam keluarga saya, namun saya cukup pemberontak untuk disuruh mengukir prestasi dengan itu semua. Saya menikmati setiap talenta dan kekurangan yang Tuhan beri. Saya bisa saja merasa 'kaya' dan congkak dengan itu semua. Tapi Tuhan melengkapi kehidupan saya dengan salib yang harus saya pikul dari kecil, haa! Kehidupan saya jadi seimbang. baguslah. saya tidak perlu capek capek mempertahankan kesempurnaan dan tidak capek capek mengeluh dengan ketidaksempurnaan.
Oya, saya lebih condong ke dunia seni :)
Tentang seni, itu adalah passion saya. Saya suka musik. Saya tidak mengatakan saya pandai, alat musik saja setengah matang begini, baca not juga setengah matang..tapi sense musik membuat saya bisa masuk choir yang repertoirnya pake not balok semua. masuk band dan lain-lainnya. Lucky? atau kebetulan? ahhh, yang aku percaya Tuhan pasti punya maksud. Dan yang pasti aku menyukai proses perjalanan bermusikku :)
Apakah saya orang yang religius karena terus-terusan menyebut nama Tuhan dan pelayanan? haaa, tidak tahu. Yang pasti saya tidak mau menyandang itu semua kalau saya dituntut tampil sempurna! Saya cuma berusaha jadi orang yang lebih baik setiap detiknya, yah itu tadi..menuju yang Tuhan mau. Saya masih sering berbuat dosa, masih sering ketakutan mengingat perbuatan dosa saya. Cuma komitmen yang membuat saya terus berjalan.
Saya menyukai bunga matahari. Dulu saya pernah diberi bunga mawar, saya senang juga, saya suka bunga. Tapi saya sedih, ternyata dia tidak cukup mengenal saya.
Saya dulu pernah suka mati matian sama warna hijau. Lalu saya suka biru, sampai sekarang. Tapi dasarnya saya pecinta semua warna kok, terutama warna settingan blog ini.
Saya membiasakan diri dengan berpikir dua cara. Ketika saya sedih, cepat cepat saya memaksa untuk memikirkan efek positif dan some happiness. Ketika saya senang, saya terdiam dan menyiapkan diri jika ada kemungkinan buruk terjadi. Terkesan punya dua kepribadian ya akhirnya? entahlah. Sedikit menyiksa dan melelahkan sebenarnya, tidak selalu lancar juga, saya masih banyak melatih pembentukan karakter itu. Banyak yang bilang saya terlalu keras dengan hidup saya. Ah, sampai saat ini saya masih baik-baik saja kok.
Saya suka membuat craft, suka mengunjungi toko-toko itu. Tapi kesukaan saya itu tidak diimbangi dengan survey harga. Jadi, kalau disuruh membisniskan itu semua, saya sedikit minus :)
Saya pernah membuatkan beberapa craft untuk beberapa orang, yang spesial dan pernah spesial dalam hidup saya. Jika disuruh mengulang, saya ragu apa saya masih bisa membuatnya. Saya berharap hastakarya itu masih ada *haaa, hastakarya? cuihhh*
Saya orang yang selalu tertawa dan nampak tidak pernah serius. Terkadang jadi cengengesan. Terkadang diinjak orang karena dianggap tidak bisa marah. Terkadang nampak kasar karena seperti polah anak laki-laki.
Pernah mendengar quote : "orang yang tertawa paling ceria, sebenarnya adalah orang yang paling membutuhkan penghiburan.."
mungkin ada benarnya. Tapi bersyukur Tuhan kasih kekuatan senyum buat menutupi kesedihan dan tidak menularkan kepahitan ke orang lain. Jadi, saya tidak terlalu peduli dengan anggapan orang akan saya yang selalu cengengesan. Mereka lho, belum tentu kenal dalam dengan saya.
Saya orang yang tidak percaya cinta pada pandangan pertama. Saya orang yang masih mengikuti istilah jawa, "witing tresna jalaran soko kulino", so konservatif rite? haa. Itu kan masalah kenyamanan saja.
Saya orang yang percaya bahwa cinta bisa naik turun, menggebu gebu dan merasa mulai pudar. Tapi saya percaya ada komitmen yang tinggal tetap. Komitmen lah yang menyelamatkan cinta.
Oh iya, jangan samakan semua bahasa cinta yang saya sebut tadi dengan cinta Tuhan ya? beda. Dia tinggal tetap selalu.
Saya orang yang pernah merasakan jatuh cinta, dipuja, sampai patah hati dan dikhianati. Saya punya piercing buat menandakannya. Saya tahu piercing tidak akan menyembuhkan patah hati. Karena memang bukan itu tujuan piercing saya. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa saya diijinkan sakit hati untuk menjadi saya yang lebih baik. Tapi apa saya tidak pernah jatuh kembali? tentu saja pernah. Lalu apalah guna piercing ini sekarang? haaaa... kadang saya suka lupa punya piercing. Suatu saat pasti saya lepas kok.
Saya tidak punya tattoo, meski saya ingin. Sangat ingin. Saya takut saya bosan dengan tattoo saya, itu saja. Lagipula, saya sampai detik ini masih benci jarum suntik. Oh iya, saya juga takut memberi dampak buat anak saya kelak, meski saya tidak tahu apakah dampak baik atau buruk.
Saya mencintai anak-anak kecil. Entah mengapa. Dari dulu saya selalu ingin punya anak. Tapi sekarang belum boleh, belum menikah, haha.
Saya menyukai pertemanan. Berkenalan. Ada fase saya menggila dan menjaring koneksi dimana saja dan kapan saja. Lalu saya bertemu bahwa dunia itu sedikit jahat. dan sekarang saya mengurangi, berteman dengan yang memang baik untuk pertemanan. Saya tidak mau mundur menjadi saya yang dulu setelah melewati semua proses ini, hanya karena salah pertemanan.
Nama saya Ruth Priscilla Hutubessy. Yang terakhir adalah nama marga. Kedua nama itu punya arti berat buat saya dan pemberi nama. Nama anak-anak orangtua saya diambil dari bible. Dulunya saya mau dikasih nama Febe, cuman kerabat saya terlanjur memakainya. Oiya, arti yang saya sebutkan ini mungkin berbeda dengan kamus nama bayi. Orangtua saya berdasarkan nama tokoh bible. Ruth itu punya arti komitmen dan kesetiaan. Priscilla itu punya arti pembangun kemah untuk Tuhan. Si Priscilla membangun bait Allah kompak bersama suaminya, Akwila. Baca saja di bible. Haaa, bangga bercampur mengerikan, karena nama itu doa dan harapan kan? *sigh*
Lalu mengapa RudeRuth? Dulu saya *idealis* ingin melabeli diri saya, punya clothing, dan sebagainya, dengan nama RudeRuth *bacanya yah rutrut*. Bagi saya itu penggambaran diri saja. Rude dari sisi duniawi, negatif dan buruk. Ruth untuk sisi surgawi, positif dan kebaikan. Dua-duanya ada dalam saya, semoga Ruth-nya berproses lebih banyak dibanding Rude-nya :)
memiliki dua karakter? maybe. Keseimbangan hidup saja.
Apalagi yah tentang saya? haaaa... saya menyebut saya perempuan istimewa, sebagai bentuk syukur saya buat Tuhan :)

11 March 2010

mengulang yang lama

Saya, yang sedang banyak maunya, ingin menjadi artis untuk sebuah web saya sendiri.
haa!
Tapi saya belum bisa membuat web, maka diturunkanlah keinginan menjadi sebuah blog,
lalu keinginan membuat sebuah biografi (meski saya sadar saya bukan artis terkenal, tapi lebih tepatnya karena wabah menulis diary di masa remaja masih bergejolak).
Anehnya, kali ini saya maunya cepat, dan tidak repot.
Saya ingin mengumpulkan semua tulisan-tulisan saya. haa!
Aslinya pengen langsung jadi nih blog, tanpa proses :)

malasnya saya sekarang ya? haha.

Oke, pembukaan, saya copy paste dari beberapa postingan blog saya di friendster dulu ya, lumayan untuk mengenal saya. *masa muda*

eh, ini tulisan pertama saya lho di blog friendster :
Meski sementara…
Groningen, Holland, 2 agustus 2005.
Entah mengapa sampai detik ini, masih berat terasa berpisah dengan surabaya meski hanya sementara…
tempat aku lahir, besar, dan semua kehidupanku disana..
Ada kebahagiaan di tempat aku mengetik post ini, keluarga besar yang lama tak bertemu kini berkumpul lagi
namun ada persyaratan, aku pun harus berpisah dengan semua yang kucintai di Surabaya.
Aku mengetiknya di ruang keluarga.
Ternyata sepupuku yang pengertian dengan mataku yang bengkak karena air mata mengijinkanku memakai komputernya…
Duh,senangnya, ada beberapa teman yang mengirim email menanyakan kabar, ada berbagai berita dari keluargaku di Petra Choir,
dan ada blog dari seorang sahabat kecilku yang sangat aku sayangi. Menangis lagi….
aku ingin pulang…meski baru sehari tiba disini…………..
Yah, hanya komputer ini yang bisa menyampaikan ke kalian betapa ‘mampus’nya aku harus berpisah dengan kalian….
dan masih ada puluhan hari disini yang harus aku lewati tanpa kalian….
satu-satunya jalan hanya terus berucap dalam hati,,,ini hanya sementara!
This entry was posted on Tuesday, August 2nd, 2005 at 4:32 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed. Edit this entry.

One Response to “Meski sementara…”

Ananthya Says:
August 8th, 2005 at 10:54 pm edit
Printilll, dont be sad!!!
haha, suka pake icon.
masih tak banyak berubah sih.
yah, kalo saya lagi nggak repot, bawaannya pengen nulis.
itu terbukti kan nulisnya pas lagi vakansi ke luar negeri pertama kali dalam hidup saya :)
saya suka travelling, tapi anehnya kalo travel pengen bawa semua orang yang saya sayangi.
mungkin se-kota ini saya ajak gitu kali ya...
pagi saya dengan gagah menelusuri tempat tempat indah, malamnya saya merasakan rindu teman2, selalu seperti itu. tetapi sekarang sudah banyak berubah, lebih bisa mengontrol bahasa bahasa lebay di postingan itu..haaa!

09 March 2010

-menyapa yang perlu disapa-

Masih belum tahu harus dihias apa.

masih kosongan.

tapi nafsunya udah melonjak lonjak buat posting.

tergoda buat copy paste yang dulu dulu.

butuh ekstra kesadaran kalau dunia bakal baca.

jadi, masih belum diputuskan :)

jadi, sementara.. masih menyapa dulu yang perlu disapa.

hallo, senang bertemu anda!