15 August 2013

I just wanna remind you, Don't forget to write stories for kids..

 April 06, 2013

16 : 59
"Remind me to start writing.. Stories for kids.."

17 : 34
"Any stories.. Short stories for kids.. I used to think about this.. But I thought who needs this.. Tapi aku barusan ntn satu film, and i know now i must do this"

17 : 53
"Well.. I just want to write stories for kids.. Thats all i have in mind.. Share it on internet, they can read them for free.."

17 : 56
"Well for now all you have to do is to remind me all the time.. You know i always dont have the time.."

18 : 00
"First thing first, we need to do surveys on book stores.. See what most books for kids have stories for kids, and prices, poor kids also needs stories"

18 : 02
"We will share them only on internet.. Stories that will tell them that they are not alone.. Any parents could read them for their kids.."

18 : 03
"We will have to do some surveys on internet too.. Hey if this could go.. We can ask other writers to tag along.."

18 : 04
"I could ask some illustrators from office to help, but thats next agenda, i hope i could write for kids.."

18 : 07
"I mean.. I write songs for my band.. Profiles for companies and corporations.. why not for kids? They also need a proper input for their age right?"




I love the way you called : WE :)
remember our passion? 
This is why I thank my God for you.

I just wanna remind you, Don't forget to write stories for kids..

9.5.2013

02 : 36 a.m Menunggu kabar. Menunggu kepulanganmu.
"Eh lupa ngabarin tadi uda nyampe rumah sejak jam 1.. Sekarang lagi ntn Chelseaaa.. Aku kirim foto hadiah ultah bapak di bbm".



Many times I re-read just to make sure.
Saya tidak salah baca.
Bukan saya yang menyebutnya hadiah ultah.
Yang diartikan paksaan itu sebenarnya niat baik saya.
Tapi memang niat baik tidak selalu ditanggapi baik.
Itulah resiko.
Tolong berhenti melihat saya dengan kacamata negatif.
Tolong buang semua prasangka buruk.
JUST STOP!

Sekarang saya hanya ingin mengetiknya ulang di blog.
Bukan karena dendam. Bukan untuk mengingat yang lalu lalu.
Hanya untuk menghapus ketakutan saya.
Ketakutan saya ketika gertakan itu kau hembuskan.

Saya menghapus tulisan itu.
Saya berusaha memaafkan kamu,
terutama.... diri saya.
Semalam saya memuaskan hasrat menonton film-film yang terpendam. Saya nonton "The Girl In the Park". Sound famous? Dunno. Tertarik karena cover DVDnya. Ceritanya simple, drama. Tapi sepertinya memang saya "diarahkan" untuk nonton film ini. Saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, hal sekecil apapun.

Intinya seorang Ibu yang kehilangan putri kecilnya di taman, selama 16 tahun berjalan, ia bercerai, mantan suami dan anak sulungnya menganggap ia aneh. Ia mengalami fase yang... entahlah, saya berempati, bukan sekedar simpati. Saya bisa merasakan dia hidup, berjalan, melakukan segalanya bagai hidup normal tapi ia MATI.

Terlepas dari hal-hal yang seharusnya kita lakukan untuk kembali hidup, seperti berdoa dan berusaha back on track, intimacy with God, ternyata ada hal lain yang saya soroti.
Film ini seperti menampar saya.

Saya belajar, saya tidak akan 'menolak' jika ibu saya mengenang kakak saya. Ataupun luka yang saya alami pribadi, dan orang-orang disekitar saya yang terluka. Perasaan sedih itu bukan untuk ditolak atau dipendam. Biarkan dikeluarkan sampai lega, biarkan dibicarakan terus sampai puas, terkadang tugas saya hanya mendengarkan dan mengarahkan agar tak berlarut. Saya bukan seorang psikolog, pun tak pernah belajar secara akademis.


Saya percaya tidak ada seorangpun yang berencana menjadi orang gila, depresi atau trauma. Tidak ada orang yang ingin hidup dengan memeluk luka batin. Tidak ada orang ingin melewati 16 tahun dengan sia sia, berpura-pura seakan akan semuanya baik-baik saja, tapi ia mati di dalamnya.

Saya bukanlah orang yang pandai untuk memberikan solusi dalam hal ini karena saya pun tengah bergulat untuk hal itu. Selain let God, mungkin saya hanya ingin bilang :


Sekecil apapun perasaan orang, atau se-tidak penting- menurutmu- apapun perasaan orang, jangan mengabaikannya. Mungkin apa yang tidak penting bagimu, tapi penting dan segalanya baginya.Saling mendampingi, belajar menyampaikan perasaan terluka yang kita miliki dan juga belajar mendengarkan.

Setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda, dan waktu penyembuhan yang berbeda. Tapi percayalah, hati kecil mereka selalu ingin cepat sembuh dari fase itu, termasuk saya.

a warm hug, sincere smile and kiss on forehead....  feel better :)