30 March 2010

Spiderweb

This is about someone who came into my life. I called him spiderweb in this post, tidak baik menyebut nama, penggambarannya sudah mendekati dan the best clue I’ve ever found, hihi.
Entah apakah dia harus kukategorikan orang jahat dalam hidupku, atau tidak. Kami berkenalan mungkin 4 tahun yang lalu. Tapi mungkin kami bertemu lebih dari 4 tahun yang lalu, tentunya dalam kondisi ‘who the hell are you’.

Kesamaan lingkungan pertemanan membuat kami semakin akrab. Dia termasuk tempat curhat saya untuk permasalahan yang ada dengan pasangan saya saat itu. Dia tidak banyak memberikan solusi, saya rasa dia bukan orang yang banyak membantu memecahkan, tapi leluconnya membuat saya jengkel dan tertawa. Itu cukup mengalihkan pikiran saya dan melupakan masalah, kemudian berbaikan dengan pasangan saya. Sampai akhirnya saya putus. Haaaa, sudah, jangan terpancing untuk meneruskan, bukan pembahasan postingan ini, skip :P
One day, he did a favor to me. Then I felt so comfort to share some suck stories in my past. Oh great, I’ve never so extrovert to the new comer but him. Dia datang saat saya terluka, dan sedikit banyak ia membantuku melewati itu semua. Saya memujinya. Saya menganggap ia sahabat istimewa.

Tak lama, ia memiliki pasangan. Jadi saya rasa saat ia ‘menopang’ saya, ia juga sedang pendekatan ke seseorang. Haha. Dia memang setiakawan – yang terkadang menurut saya kelewat batas. Lalu, Oh, tenang, saya belum jatuh cinta. I’ve told you, I’m a lil bit difficult to fall in love.

We still kept in touch as a friend, tak lama dia putus. Itupun saya tahunya belakangan. Tak lama, dia menghibur saya, ketika masalah keluarga atau kakak saya. Dia baik, meski ada cerita tidak baik tentangnya. Saya anggap manusia berubah setiap saat, dan mungkin saya bertemu dengan dia yang baru saat itu.

Sampai akhirnya pertemanan kami sedikit berbeda menurut saya. Contohnya : dia menelpon dan ngambek karena saya tidak memperhatikannya ketika sakit. Jujur, saya orang yang mudah langsung “oh, I’m so sorry”, bahkan bisa langsung kerumahnya, apalagi jika mengingat sistim balas jasa atas semua kebaikannya. Tapi inilah jasa Tuhan buat saya, dengan semua proses yang Ia perbolehkan untuk saya alami, maka saya masih dapat mengontrol perasaan itu dan menetralisirnya dengan sebuah jawaban, “hahah, bisa sakit toh?”.. Oh, padahal saya ingin sekali memperhatikannya. Tapi TIDAK! Saya tidak akan menumbuhkan sebuah perasaan seperti itu lagi, jika dia tidak berjuang untuk saya dan Tuhan mengijinkan.

Singkat kata, keadaan sering mempertemukan kami dengan “kebetulan”, tidak dalam fisik saja. Padahal saya percaya di dunia ini tidak ada kebetulan, yang ada memang Tuhan sudah mengaturnya sedemikian rupa.

Semakin lama, dia semakin terbuka. Akhirnya saya okelah, berani membuka hati juga. Dalam artian, membuka kesempatan jika ada kemungkinan lebih dari seorang sahabat. Saya lihat dari profil dia, toh yang utama-utama sudah terpenuhi, yang lainnya baru akan saya pelajari. Dalam perjalanan itulah, saya merasa, he’s got my ace card *my past*, so he could read my character as well, right? He play it up and down, depend on his will. Well, I’m fine with moody people, cuz I think sometimes I become like that. But I dunno why for this time…

He said he miss me, asked me about our feeling, bla bla bla… He said, what will you feel if we’re belong together. *sigh* I said, that’s fine for me. hahaha..sounds like I’m too open, rite?. Itu semua akhirnya menjadi sebuah kesalahan. Saya berusaha terbuka karena saya mengingat sebuah quote yang saya copy dari FB teman *lupa*, "Membiarkan cinta sejati tak terungkap adalah jalan tepat menuju kepahitan hati". Saya mencoba jujur. Ya, saya merindukanmu, ya, saya ingin bertemu, ya, saya merasa nyaman denganmu, ya, saya sudah melewatkan dan berusaha melupakan masa lalu, ya, masa lalumu bisa saya maklumi, ya, saya mau membuka hati, ya, bla bla bla, ya bla bla bla.

Saya merasa saya salah. Mungkin akan selalu lebih baik, jika perasaan itu semua tidak terungkap. Saya pernah tidak mengungkapkan perasaan ke seseorang, dan saya rasa saya bisa melakukan itu ke dia juga mestinya.

Pintu semakin terbuka lebar baginya untuk bertindak sesuka hati. Semakin tidak memperdulikan perasaan saya. Well, kami tidak bermesraan, haha. Tapi lebih, ke arah dia sudah tidak sungkan untuk menelantarkan sms saya. Dia semakin tidak sungkan untuk mengabaikan ajakan saya untuk sekedar hang out seperti kami dulu. Dia semakin tidak sungkan untuk marah jika ada kata-kata saya yang menyinggungnya. Padahal sendirinya berkali kali dia mengabaikan perasaan saya. Saya maafkan.

Yang saya ingat, saat kami melewati hujan. Buat saya semuanya menyenangkan. Bukan sesuatu yang mesra ataupun romantis. Tapi saya merasakan kenyamanan itu, kami tertawa di bawah hujan, melakukan tingkah-tingkah konyol, sampai saya tidak rela malam itu berakhir. Saya tidur dengan tersenyum. Saya bilang sama Tuhan, aaah, saya senang malam ini saya menjadi diri saya sendiri. Tuhan, apa dia yang terbaik buat saya? Apa dia yang terakhir? Apa terus kubuka kesempatan buatnya agar kami bisa mengenal satu sama lain atau saya harus pergi saja? Apa saya sudah jatuh cinta, Tuhan?

*sigh* tidak sampai esok lusa saja sudah bobrok lagi. Hanya karena saya salah ucap, dan memasukkan beberapa pelajaran yang saya ambil dari masa lalu saya, ia jadi sangat tersinggung dan tidak mau bicara lagi. Saya meminta maaf setiap kesempatan, menelepon dan semua yang saya bisa, tapi semua diabaikan. Sampai ulang tahun saya pun terabaikan. Haha, kukira dengan ulang tahun akan ada sebuah keajaiban.

Lama kelamaan, saya memang benar - benar diabaikan. Kesibukankah? Padatnya kegiatan seseorang tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan perasaan orang yang kita sayangi, karena kita ada perasaan butuh dan bonding *for me*. Sesibuk apapun saya, saya pasti ‘merasa butuh’ untuk menyapa kedua orang tua saya, for example.

Jadi, dari semua tindakannya, saya merasa memang dia tidak membutuhkan saya, dia mengabaikan saya, mungkin saya bukan yang terbaik baginya, mungkin dia bukan yang terbaik bagi saya, mungkin dia sudah ada ‘yang lain’, mungkin dia memang tidak serius dengan semua yang dulu dia ungkapkan dan perbuat, mungkin dia cuman butuh perhatian, dan dia mendapatkan itu semua dari setiap perempuan yang dia rajuk, mungkin dia memang tidak mencintai saya.

Akhirnya di awal tahun, setelah dia mengabaikan sapaan sapaan saya dalam berbagai kesempatan yang saya bisa lakukan hanya untuk melihat apakah layak perasaan ini saya tumbuhkan terus? Apakah layak saya memperjuangkannya? Saya pun memutuskan untuk melanjutkan kehidupan saya dan mimpi saya. Sekali lagi saya memutuskan harapan ibu saya untuk memiliki menantu dia, haha. Mestinya saya juga tidak usah terlalu mengupdate putrinya ini sedang dekat dengan siapa, haha. Untunglah ibu saya seperti seorang teman yang…”oke, kalo gitu cari yang serius sama kamu aja”..

Terus-terusan saya dinasihati orang-orang sekitar ataupun firman Tuhan. Buat apa saya memperjuangkan seseorang yang tidak berjuang untuk perasaan saya? Yang ada hanya saya akan menyakitinya dengan keegoisan saya karena rasa sayang saya berubah menjadi rasa ingin memiliki saja. Dia itu pria, calon pemimpin keluarga, ayah dari anak anak nantinya, jadi biarlah dia membuat keputusan. Biarlah dia berjuang, biarkan dia berusaha membuktikan, biarkan dia pergi jika memang we’re not belong together. Biarkan dia mencari jati dirinya sendiri. Biarkan dan biarkan…termasuk membiarkan perasaan saya juga. Saya belajar untuk mematikan perasaan yang hampir saya tumbuhkan juga.

Sampai saat ini saya kadang bisa mempunyai perasaan eman yah..dia sudah lengkap bagi saya. Saya tidak cari yang aneh-aneh, itu sudah cukup, haha. Eman juga…kalaulah tidak bisa belong together, at least kami dapat kembali menjadi dua orang teman lama. Tapi, yang saya lihat, dia datang dan pergi sesuka hatinya. Dia mengontak saya hanya untuk teaser, apakah sekedar ujian buat saya juga? Saya tidak mau lagi ambil pusing. Bagaikan terus terjebak dalam spiderweb rite?

Thank God, saya punya orang-orang di sekitar saya yang menguatkan saya untuk terus berjalan, tidak menoleh ke belakang sebagai hal yang saya takuti, tapi terus berjalan ke depan. Terus mempercayai akan ada orang yang mencintai saya, tidak menyakiti, dan memang berkomitmen serta berjuang untuk saya. Dia tidak akan mungkin membiarkan saya menjadi fondasi sendiri atas hubungan kami nantinya, dia akan ikut fight untuk mempertahankan. Kami akan bersama suatu saat nanti, entah siapa dia. Saya lelah. Saya capek menjadikannya prioritas dalam hidup saya, sementara saya menjadi pilihan ataupun cadangan. Saya menulis di status facebook saya : You’re late, I write you off. Ada juga : Nobody wants to be optional. Nobody wants to be substitute. Dan yang terakhir ini, "Don't let someone become priority in your life when you are just an option in their life", ujar Sherly pada saya.
Semuanya buat dia, tapi tepatnya buat menguatkan saya.

Dear spiderweb, I hope u read this someday :)
Kamu tidak sepenuhnya salah atas perasaan ini. Saya juga salah telah membiarkanmu menumbuhkan perasaan itu. Saya salah karena berharap lebih. Hanya Tuhan yang tidak salah, jika memang berjodoh, waktuNya akan datang tepat. Jika tidak, mungkin akhirnya saya memilih lebih melegakan jika kau terpisah jarak dan waktu, begitu jauuuuh dari saya, seperti yang sebelum sebelumnya. Jika bertemu, baiknya itu new friendship for two strangers :)

WHEN YOU LOVE SOMEONE (endah n rhesa)

I love you but it’s not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever but you’re still in my dream
And I can’t stand to wait your love is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true
I used to hide and watch you from a distance
And I knew you realized
I was looking for a time to get closer
At least to say “Hello”
And I can’t stand to wait ‘till night is coming to my life
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true
I never thought that Im so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up, just try and try to get what you want
Cause love will find the way
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true

No comments:

Post a Comment

write down, please :