saya menonton film ini weekend kemarin. Penasaran dengan film yang meraih banyak award. Maklum, sudah lama tidak ke cinema. Sejak saya mulai mencari uang dan membuat skala prioritas dalam hidup, maka hobby menonton sedikit terabaikan :P
Well, banyak orang yang keluar ruangan sebelum film berakhir, tidak tahu apa karena pemutarannya terlalu malam, atau jalan cerita yang membosankan.
Yah, kalau mau dikalimatkan, memang monoton. Cuman saya tipikal orang yang mudah tersentuh dengan cerita humanity, mau monoton kalo sudah interest, yah mesti liat sampai kelar :)
Kesimpulan, saya benci perang. Saya benci melihat orang-orang mati dengan tidak layak. Saya menyalahkan kedua pihak. Pihak yang membenci amerika. Pihak yang membenci lawannya amerika.
Saya punya pendapat atas ini semua. Dari film ini, saya melihat seorang ayah yang begitu tidak bisa berkata apa-apa ketika menelepon istri dan anaknya setelah dia nyaris mati..
Saya juga melihat kejamnya orang orang yang memperdaya orang lain maupun melakukan bom bunuh diri itu sendiri. Tubuh seorang anak kecil yang di-isi dengan bom. Tubuh seorang ayah yang dililiti bom. Dari tingkat tingkat atas rumah, orang-orang melihat tentara amerika mencari bom seperti sebuah permainan petak umpet dengan nyawa sebagai taruhan. Oh, come on!
Film ini mengingatkan Oom saya yang juga pernah bertugas bersama PBB ke bosnia dulu, beliau juga sempat disandera.
Mengerikan! Anehnya, saya selalu suka film ataupun buku berlatar belakang perang, membuat emosi saya mudah disentuh, haaaa!
ada diary of anne frank, film life is beautiful, dll.
Yah, kalau mau dikalimatkan, memang monoton. Cuman saya tipikal orang yang mudah tersentuh dengan cerita humanity, mau monoton kalo sudah interest, yah mesti liat sampai kelar :)
Kesimpulan, saya benci perang. Saya benci melihat orang-orang mati dengan tidak layak. Saya menyalahkan kedua pihak. Pihak yang membenci amerika. Pihak yang membenci lawannya amerika.
Saya punya pendapat atas ini semua. Dari film ini, saya melihat seorang ayah yang begitu tidak bisa berkata apa-apa ketika menelepon istri dan anaknya setelah dia nyaris mati..
Saya juga melihat kejamnya orang orang yang memperdaya orang lain maupun melakukan bom bunuh diri itu sendiri. Tubuh seorang anak kecil yang di-isi dengan bom. Tubuh seorang ayah yang dililiti bom. Dari tingkat tingkat atas rumah, orang-orang melihat tentara amerika mencari bom seperti sebuah permainan petak umpet dengan nyawa sebagai taruhan. Oh, come on!
Film ini mengingatkan Oom saya yang juga pernah bertugas bersama PBB ke bosnia dulu, beliau juga sempat disandera.
Mengerikan! Anehnya, saya selalu suka film ataupun buku berlatar belakang perang, membuat emosi saya mudah disentuh, haaaa!
ada diary of anne frank, film life is beautiful, dll.
No comments:
Post a Comment
write down, please :