15 August 2013

Semalam saya memuaskan hasrat menonton film-film yang terpendam. Saya nonton "The Girl In the Park". Sound famous? Dunno. Tertarik karena cover DVDnya. Ceritanya simple, drama. Tapi sepertinya memang saya "diarahkan" untuk nonton film ini. Saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, hal sekecil apapun.

Intinya seorang Ibu yang kehilangan putri kecilnya di taman, selama 16 tahun berjalan, ia bercerai, mantan suami dan anak sulungnya menganggap ia aneh. Ia mengalami fase yang... entahlah, saya berempati, bukan sekedar simpati. Saya bisa merasakan dia hidup, berjalan, melakukan segalanya bagai hidup normal tapi ia MATI.

Terlepas dari hal-hal yang seharusnya kita lakukan untuk kembali hidup, seperti berdoa dan berusaha back on track, intimacy with God, ternyata ada hal lain yang saya soroti.
Film ini seperti menampar saya.

Saya belajar, saya tidak akan 'menolak' jika ibu saya mengenang kakak saya. Ataupun luka yang saya alami pribadi, dan orang-orang disekitar saya yang terluka. Perasaan sedih itu bukan untuk ditolak atau dipendam. Biarkan dikeluarkan sampai lega, biarkan dibicarakan terus sampai puas, terkadang tugas saya hanya mendengarkan dan mengarahkan agar tak berlarut. Saya bukan seorang psikolog, pun tak pernah belajar secara akademis.


Saya percaya tidak ada seorangpun yang berencana menjadi orang gila, depresi atau trauma. Tidak ada orang yang ingin hidup dengan memeluk luka batin. Tidak ada orang ingin melewati 16 tahun dengan sia sia, berpura-pura seakan akan semuanya baik-baik saja, tapi ia mati di dalamnya.

Saya bukanlah orang yang pandai untuk memberikan solusi dalam hal ini karena saya pun tengah bergulat untuk hal itu. Selain let God, mungkin saya hanya ingin bilang :


Sekecil apapun perasaan orang, atau se-tidak penting- menurutmu- apapun perasaan orang, jangan mengabaikannya. Mungkin apa yang tidak penting bagimu, tapi penting dan segalanya baginya.Saling mendampingi, belajar menyampaikan perasaan terluka yang kita miliki dan juga belajar mendengarkan.

Setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda, dan waktu penyembuhan yang berbeda. Tapi percayalah, hati kecil mereka selalu ingin cepat sembuh dari fase itu, termasuk saya.

a warm hug, sincere smile and kiss on forehead....  feel better :)