sejak tengah malam tadi status facebook saya :
comparing is hurt. But now, i found that similarly also hurt. You just don't know who i really am. I guess you'll never know. Never.
buat teman-teman yang selalu melihat status saya selalu terkesan ceria dan bersemangat pasti kaget dan berkomentar, mengatakan saya mengeluh atau apalah. Hahaha. Padahal saya sudah berusaha mengurangi tanda seru dan tanda penguat emosi lainnya. Sebegitunya yah?
Saya kan juga manusia biasa.
Itu hanya kekecewaan saya terhadap sebuah komentar seseorang. Mungkin buat orang lain adalah hal sepele, dan bakal menertawakan saya yang dinilai terlalu sensitif dikomentarin begitu. Tapi buat saya, its hurt. I repeat in indonesia, itu menyakitkan hati saya.
Sudah lewat beberapa hari, dan saya sudah tersenyum kembali terhadap si pemberi komentar. Dalam hati saya juga tidak mendendam ataupun benci. Tapi itu menjadi jawaban dari sebuah pertanyaan besar yang pernah muncul dalam benak saya. Mungkin itulah mengapa engkau menyikapi saya seperti itu selama ini. Baiklah. Saya mengerti. Saya juga tidak kuasa untuk mengubah keadaan. Mungkin tepatnya, semua sudah terlanjur. yang saya ingin katakan hanya, kamu baru membuat penilaian dari melihat 1 lembar dalam kehidupan saya. saya tidak mau terlalu menyalahkan diri saya. Jika setiap dia mengalami kasus itu dengan orang lain dan bermasalah, apa mungkin orang lain lawan dia yang hanya seorang itu yang salah? mungkin sebenarnya dia yang bermasalah.
Sudahlah. Dia selalu menganggap saya bisa melihat semua kondisinya dan moodnya, sehingga saya selalu tampak sempurna. Sehingga 1 cela dari saya bagai hari penghakiman saya pula.
Saya lelah menyayangimu. Terimakasih buat jawaban tidak langsungnya.
16 June 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
write down, please :